Mengawali usaha dari sesuatu yang dicintai memang akan terasa indah dan seru. Sebagai mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan kimia, Dwi Puji Astuti pun mengerti benar potensi usaha yang Ia rintis. Selain mampu memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar lewat produknya, Dwi juga cukup beruntung dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah.
Diakui dara kelahiran 2 September 1989 ini, bisnis wirausaha yang sekarang dijalani tidak dapat terlepas dan erat kaitannya dengan ilmu kimia yang dipelajari. Sebab dijelaskan dirinya, sebagai kimiawan, kreatifitas sangat dibutuhkan dalam menciptakan produk inovasi teknologi pangan yang diinginkan oleh pasar.
"Saya harus benar-benar ngerti tugas dan tanggungjawab saya sebagai kimiawan. Hadirnya produk Nasa (nugget sayur) dan turunannya yang sehat, higienis, mempunyai nilai gizi yang tinggi merupakan salah satu wujud pengabdian saya pada masyarakat," jelas Dwi kepada tribunlampung.co.id, Minggu (30/9/2012).
Ia pun secara tegas menampik anggapan banyak orang, bahwa bidang kimia itu sesuatu yang menyeramkan dan memiliki resiko bahaya cukup tinggi. "Pemikiran seperti ini harus dihapus, sebab kita juga harus fair dalam menilai. Kimia pun terdapat sisi positifnya, jika dimanfaatkan secara maksimal bidang ini akan membawa kebaikan bagi ummat di segala bidang seperti pertanian, pertambangan dan lainnya," beber gadis yang kini menetap di Yogyakarta sembari kuliah S2.
Di sisi lain, secara lugas Dwi pun berpesan, kiranya sebagai mahasiswa tidak melulu hanya belajar. Mahasiswa harus benar-benar dituntut untuk berjiwa kreatif, mandiri, aktif, prestatif dan peka terhadap setiap peluang di masyarakat. Fungsi sociopreneur itu ada pada mahasiswa, selain ahli dalam bidang pendidikannya juga harus dapat menciptakan suatu terobosan lewat apa yang ia tekuni bagi khalayak umum.
"Begitu pula dengan saya, selain mendapatkan teori dan praktek di Unila, saya memiliki tekad untuk dapat mengaplikasikan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari salah satunya lewat CV Biotek pangan yang mulai berkembang dan melebarkan sayapnya," harap wanita lulusa FMIPA Kimia Unila ini.
Begitupula dengan kawan-kawan yang masih menyandang predikat mahasiswa, Dwi secara tegas berharap agar selalu mau berinovasi. Apapun latar belakang pendidikan yang ditempuh, ketika ada niat untuk mengabdi kepada masyarakat, jalan pun akan terbuka.
"Semua berawal dari niat dan impian, ketika itu sudah ada. InsyaAllah semua ada aja jalannya," ujarnya memberi motivasi. Apalagi apa yang kita lakukan semata-mata untuk memberikan manfaat yang positif kepada masyarakat. (heru prasetyo)
Sumber :
http://lampung.tribunnews.com/2012/09/30/maksimalkan-potensi-akademik-untuk-jadi-entrepeneur