Senin, 07 Oktober 2013

Sibuk dengan Dunia, Lalai dengan Agama

lalai ilmu agamaMeski  keutamaan menuntut ilmu dan kedudukan pemiliknya begitu agung, namun demikian kita melihat keengganan banyak orang dalam mencari ilmu dan lalai menuntutnya. Ada yang sibuk dengan bisnis dan saham-sahammya. Ada yang sibuk dengan mencari nafkah dan mengais rizki sekedar untuk memenuhi kebutuhan. Ada yang sibuk dengan berbagai hiburan, aktifitas, bepergian serta melancong ke berbagai belahan bumi. Ada juga yang tenggelam dalam upaya peningkatan profesionalisme kerja, juga ada yang begitu hobi berpetualang.

Media-media informasi dengan berbagai variannya pun menyerang kita. Hingga saluran-saluran televisi, radio dan majalah-majalah menyita waktu kita. Kegitan demi kegiatan semakin berjejal dengan tersedianya sarana-sarana hiburan, refresing dan permaianan. Sehingga tema kehidupan di zaman ini berubah jadi mencari kesibukan demi kesibukkan dan acara demi acara. Sampai-sampi salah seorang guru pernah menuturkan bahwa sebagian muridnya menghabiskan waktu 12  jam dalam sehari untuk berselancar di dunia maya. Lantas apa yang mereka lakukan di sana?!

Ada pula sebagian orang yang menghabiskan waktu dan hanya diisi dengan membaca novel atau membaca tulisan-tulisan yang hanya menyita waktu tanpa memberi manfaat sedikit pun, bahkan saking parahnya ada yang membaca kisah-kisah cabul. Ada pula jenis-jenis permainan yang memakan waktu berjam-jam lamanya serta banyak obrolan yang dihabiskan untuk membahasnya. Jadi, banyak yang sibuk dan terus sibuk dengan diskusi-diskusi yang nihil manfaat. Ada pula yang hobi dengan mempelajari atau memperbanyak berbagai jenis aksesoris mobil. Ada yang terobsesi mencari kemewahan lebih dan memburu berbagai suplemen tubuh, bukan untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, tetapi untuk lebih bisa merasakan berbagi kesenangan.

Kemudian, ada pula yang mengejar berbagai model pakaian dan menjelejah mall demi mall. Ada juga yang senang menghabiskan waktu di warung- warung. Dan, bila kurang puas dengan warung-warung tradisional, sudah tersedia saat ini cafe-cafe modern, di mana mereka bisa menghabiskan waktu yang sangat lama dengan nongkrong di sana. Waktu mereka hanya bisa diisi dengan senda gurau, menyaksikan bermacam-macam show, serta berbelanja di pasar-pasar dan mall-mall.

Ironisnya, juga ada yang mempelajari ilmu syar’i agar seteleh lulus ia bisa bekerja di kantor dan lembaga-lembaga bantuan hukum yang dapat menghasilkan bayaran tinggi. Sementara sebagian yang lain, mencurahkan waktu mereka untuk mengembangkan bisnis.

Dulu Abu Bakar Ash-Siddhiq adalah seorang saudagar . Demikiah pula ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan juga Ustman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhum. Lihatlah, aktifitas duniawi tidak membuat mereka lalai dari mengingat Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat dan menuntut ilmu serta menghadiri majelis ilmu dari Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dulu sebagian guru kami bekerja dari bulan Ramadhan hingga musim haji sebagi sopir taksi. Melalui pekerjaan ini ia bisa memperoleh hasil untuk mencukupi kebutuhan dirinya serta keluarganya, dan mempergunakan hari-hari yang lain untuk menuntut ilmu.


Inilah kelalaian sebagian orang yang melupakan akhirat dan ilmu menuju surga. Semoga jadi renungan bersama.

---
Dibahasakan secara bebas oleh Mas Slamet dari “Tips Belajar Agama di Waktu Sibuk” karya Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, hal. 16-18
Dikoreksi ulang oleh: Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 9 Sya’ban 1434 H
Artikel RemajaIslam.Com

Kiat Menghadapi Kegagalan

Sebagian remaja muslim begitu bingung ketika mengalami kegagalan terutama ketika menghadapi ujian akhir. Padahal Islam telah mengajarkan bahwa jika kita telah berusaha namun tidak mendapatkan hasil sesuai harapan, ada beberapa kiat yang bisa ditempuh terutama dalam memahami takdir Allah. Karena setiap muslim harus mengimani takdir ilahi baik yang terasa menyenangkan maupun menyakitkan.
Berikut beberapa kiat ketika menemui kegagalan:
1- Yakinilah takdir Allah dan setiap takdir Allah pasti ada hikmahnya.
Allah Ta’ala berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116)
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)
2- Ketahuilah, manusia memang akan selalu diuji, sesuai dengan tingkatan iman
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً
Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »
Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad 1: 185. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih)
3- Ingatlah, di balik kegagalan pasti ada kesuksesan.
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy Syarh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy Syarh: 6). Qotadah mengatakan, “Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu beliau mengatakan,
لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ
Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari dalam kitab tafsirnya. Lihat Tafsir Ath Thobari, 24: 496, Dar Hijr)
4- Hadapilah kegagalan dengan bersabar.
'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
الصَّبْرُ مِنَ الإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الجَسَدِ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ صَبْرَ لَهُ.
Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.” (Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, Ibnu 'Abdil Barr, hal. 250, Mawqi' Al Waroq)
Yang dimaksud dengan bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju. (Lihat ‘Uddatush Shobirin wa Zakhirotusy Syakirin,  hal. 10)
5- Yakinlah pahala besar di balik kesabaran yaitu surga.
Ingatlah janji Allah,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/117, Muassasah Qurthubah)
6- Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un. Allahumma'jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa”, pasti ada ganti yang lebih baik
Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا ». قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un. Allahumma'jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do'a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” (HR. Muslim no. 918)
Don’t give up! Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kegagalan adalah jalan untuk meraih kesuksesan.
Semoga Allah memberikan taufik untuk bersabar ketika menemui hasil yang tidak sesuai harapan.
---
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel RemajaIslam.com

Kelompok Kuliner Ibu-Ibu di Medan

Jumat Sore itu, Hp sempet bergertar, ternyata ada suara SMS, lalu aku buka isi tulisannya dan dibaca...”Anda hari minggu pagi (6/10/2013) harus udah ada di Bekasi. Dengan bismillah, aku buru-buru beli tiket  kereta PP sabtu dan minggu. Alhamdulillah dapat, kegalauan semakin memuncak, ketika ada amanah harus ikut acara MABA di pantai goa cemara hingga sabtu sore. Akhirnya bisa juga ikut acaranya dan sore itu tepat pukul 15.45 WIB (sabtu sore), aku dibonceng oleh sahabat dekatku namanya Uchi, untuk segera ke stasiun tugu, aku ndak mw ikut biz khawatir telat dan ketinggalan kereta. Alhamdulillah tepat pukul 17.10 WIB aku nyampe di Stasiun Tugu, dan langsung menukar tiket dan siap berangkat....Bismillah...

Ketika kereta sudah datang, aku langsung duduk sesuai tiket yang ku pesan, tersetak kaget. Jaketku mana? Hahahha,,,diingat2 lagi, ternyata ada di depan meja penukaran tiket. Dan Alhamdulillah masih rezekiku, menemukan jaket itu. Setelah itu ku langsung menuju kereta lagi. Hingga menjelang subuh tiba, aku ketiduran di kereta dan  sempet kebablasan mau turun di stasiun bekasi , lalu aku turun di stasiun Jatinegara-Jakarta. Hingga jam 5 pagi, aku lanjut perjalanan ke Bekasi.

Siangnya  saya dapat banyak cerita luar biasa dari salah satu pengunjung yang survei ke lokasi usaha saya, dapat wejangan motivasi yang bisa menambah semangat untuk terus menekuni bidang entrepreneur.

Di medan ada salah satu kelompok Kuliner Ibu-Ibu, awalnya mereka punya inovasi kecil-kecilan hanya bermodalkan Rp 500.000. Rencana mereka hanya ingin wirausaha makanan yang udah umum jenisnya, yakni Risoles. Semua orang sudah tahu makanan tersebut, hanya yang menjadi kegigihan kelompok kuliner ini adalah bermain dirasa...awalnya hanya berdagang ke pinggir jalan, warung-warung.
Alhamdulillah seiring berjalan waktu...

Karena Risolesnya enak ketika banyak pelanggan yang udah tahu. Sehingga kelompok kuliner ini dibanjiri pesanan, terutama dari Rumah sakit, pesanan orang hajatan, dll. Dengan berbekal Bismillah...doa serta tawakal pada Allah,,,

Sekarang sudah beratmabah omzet nya dan  ada variasi lagi , yakni risoles yang tadinya siap santap (udah digoreng), sekarang mereka menjual Risoles mentah (belum di goreng)....

subhanallah,,, Betapa gigihnya mereka dalam berwiausaha, ingat umur mereka lebih tua dari kita. Ayo bagi sahabat-sahabat yang masih muda termasuk saya, tunjukkan bahwa kamu bisa lebih sukses dari mereka. Jangan malu untuk berwirausaha, lebih baik  pakai uang sendiri walo pas-pasan daripada pakai uang orang tua untuk keperluan kita sendiri. Keringat ini lebih terasa...bangsa ini perlu pemuda yang mandiri, Cerdas, dan kreatif....

ingat: 9 dari 10 pintu rezeki ada pada orang-orang yang berwirausaha,.... (^_^)
So, tunggu apalagi,,, Ortu mana yang bahagia, ketika anaknya bisa memberangkatkan mereka pergi haji/Umroh (hasil dari keringat/kerja keras anaknya? (renungkan...)

Ditulis: Dwi Puji Astuti, Yogya, 7 Oktober 2013.

Perjalanan Mahasiswa Pas-pasan; dari Nol Rupiah hingga Jelajah Eropa


Dear Halim Miftahul Khoiri, We are delighted to invite you as a participant of International Student Week in Ilmenau 2013 (ISWI 2013), Congratulation!

Berita itu masuk di emailku pada tanggal 11 Maret 2013, tepat setelah shalat subuh. Kalimat syukur berkali-kali terucap. Aku lolos mengikuti acara ISWI; pekan mahasiswa internasional di kota Ilmenau, Jerman. Panitia akan menanggung akomodasi selama pelaksanaan acara namun mereka tidak menanggung biaya transportasi. Baiklah, ini adalah tantangan yang harus aku hadapi. Dengan segenap keyakinan, harapan dan mimpi, aku memberanikan diri untuk mengatur strategi untuk mencapai Jerman. Meskipun hidup di kos-kosan dengan serba pas-pasan, aku yakin bahwa keterbatasan bukanlah halangan. Memang ini bukan kali pertamanya aku ke luar negeri, tapi ini akan menjadi pengalaman pertamaku pergi ke benua Eropa.

Strategi pertama yang aku lakukan adalah mengobservasi beberapa calon donor yang potensial. Dengan capaian prestasi semacam ini, aku pikir banyak orang-orang atau lembaga-lembaga di Indonesia yang berbaik hati untuk membantu dan mendukung. Ide yang aku bawa dalam Pekan Mahasiswa Internasional ini adalah Gerakan Integritas Melalui Media Sosial (tema: Media) dan Kesatuan Transenden Agama-Agama (tema: Faith and Religion). Sebenarnya banyak tawaran acara pekan mahasiswa atau konferensi mahasiswa di luar negeri, tetapi kebanyakan –di samping selektif- mereka memungut biaya pendaftaran dan akomodasi sehingga peserta harus menanggung biaya lebih banyak. Aku sengaja mendaftar ke acara ISWI karena ada sebagian dana yang ditanggung oleh pihak penyelenggara, yaitu akomodasi. Dengan demikian, aku hanya perlu mengeluarkan dana untuk transportasi saja. Tapi bagaimana aku mau membayar penerbangan ke Jerman sedangkan aku mahasiswa dengan uang pas-pasan?

Sebenarnya ditanggungnya akomodasi oleh panitia adalah satu hal yang sudah menjadi posisi tawar dari pengajuan proposalku kepada para calon donor. Perjuangan-pun dimulai, ini bukan hal mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dilalui!

Hutang Jutaan Rupiah
Oleh karena jarak keberangkatanku ke Jerman adalah tiga bulan terhitung sejak surat resmi undangan ISWI masuk ke email, aku berfikir untuk mengambil resiko yang sangat besar. Dengan keterbatasan finansial, memang aku membutuhkan bantuan dana dari pihak sponsor untuk membeli tiket pesawat. Tetapi jika aku mengajukan sponsor hari ini, perkiraan pihak sponsor akan memberikan tanggapan mungkin satu bulan lagi, itupun belum tentu mereka memberikan uangnya secara langsung. Jika pembelian tiket aku lakukan setelah uang benar-benar jatuh dari sponsor, bisa jadi harga tiket sudah melambung tinggi karena sudah dekat dengan hari keberangkatan.

Akhirnya, aku memutuskan untuk meminjam uang salah seorang teman sebesar 1095 USD untuk membeli tiket pesawat. Oh Tuhan, aku tahu ini beresiko besar! Bagaimana kelak nanti jika aku tidak bisa mengembalikan? Tiket aku beli tepat dua hari setelah email undangan dari panitia masuk. Dengan demikian, aku mendapatkan harga tiket yang terbilang lebih murah. Syukurlah aku mempunyai teman yang memberikan kepercayaan untuk hal ini. Padahal dia juga tahu bahwa aku mahasiswa pas-pasan. Mungkin dia memberikan respon positif itu karena melihat semangat dan tekadku. Dengan tenggat waktu yang telah ditentukan, yaitu satu setengah bulan sejak transaksi dilakukan, aku harus mengembalikan uang yang aku pinjam itu.
Pencarian Sponsor, Banyak Orang Baik di Negeri Kita
Hutang yang aku lakukan itu justru menjadi motivasi tersendiri untuk bersemangat dalam mencari sponsor. Tidak banyak institusi yang aku target untuk pengajuan proposalku, karena di antara belasan institusi yang ada dalam daftar catatanku, hanya tiga dari mereka yang potensial untuk memberikan dukungan dana. Kurang lebih berikut adalah inti dari proposal yang saya ajukan:

Saya selaku mahasiswa Universitas Paramadina telah lolos mengikuti program pekan mahasiswa internasional di Jerman. Saya terpilih untuk mewakili Indonesia dalam perhelatan dua tahunan yang dilaksanakan oleh Ilmenau University of Technology tersebut. Di sana saya akan mempresentasikan ‘Integrity Movement via Social Media’, sebuah gerakan anti-korupsi yang pernah dijalankan selama dua bulan oleh beberapa mahasiswa Universitas Paramadina pada akhir tahun 2011. Program tersebut dinilai sangat efektif dalam mewacanakan dan membangun kesadaran anti-korupsi di antara pengguna media sosial, khususnya para remaja berumur 18-24 tahun yang tidak lain adalah pengguna facebook terbesar di Indonesia. Selain itu, saya akan turut dalam forum diskusi Faith and Religion yang membicarakan tentang pandangan para pemuda dari berbagai belahan dunia terkait hubungan antar-agama.

Dengan bermodalkan semangat untuk mewakili Indonesia dalam kancah internasional tersebut, aku yakin pasti ada calon donor yang akan mengapresiasi. Aku yakin, banyak kok orang baik di negeri kita! Gayung-pun bersambut. Akhirnya dua minggu setelah proposal aku ajukan ke tiga institusi itu mendapatkan tanggapan dari salah satunya, yaitu Rajawali Foundation (untuk kemudian disingkat RF). Akupun dipanggil ke kantor untuk diwawancarai oleh Mas Nuki (Program Manager RF) terkait proposal yang kuajukan, termasuk program jangka panjangku nanti setelah mengikuti acara ISWI.

Setelah proses wawancara usai, aku dag-dig-dug menanti keputusan. Melihat proses wawancara itu, aku sih yakin bahwa RF akan memberikan apresiasi atas inisiatif, semangat dan prestasiku. Kata Mas Nuki, hasil dari wawancara itu akan dirapatkan dulu oleh pihak RF untuk kemudian diberi keputusan; apakah RF akan membantu atau tidak. Aku diminta untuk menunggu selama dua minggu. Meskipun waktu itu adalah masa penantian yang penuh ketidakpastian, aku tetap optimis, belajar dan berdoa. Jujur, melakukan perjuangan semacam ini di sela-sela kegiatan kuliah bukanlah hal mudah! Sama sekali bukan hal mudah! Saat itu, di setiap malam aku sulit tidur karena banyaknya beban pikiran.

Ini Keputusannya! Bagaimana Menurutmu?
Hari itu pun datang. Di saat aku hendak melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi ujian akhir semester genap, aku ditelpon oleh Mas Nuki dan diminta untuk ke kantor RF. Langkahku-pun mulai tegap. Setelah mengikuti kelas di kampus, aku segera menuju kantor RF. Bismillah!
Saat masuk kantor, aku diminta untuk menunggu di ruang tamu oleh pak satpam. Dag-dig-dug berlantun di jantung dan nama Tuhan tak henti aku sebut. Mas Nuki-pun datang dengan sebuah berkas di tangannya. Kemudian dia menanyakan kabar dan …
“Jadi Halim menurutmu gimana nih?”.
Akupun bingung bagaimana harus menanggapi pertanyaan itu, “maksudnya bagaimana mas?”.
Kemudian diberikanlah berkas itu kepadaku, “Coba kamu baca baik-baik. Ini keputusannya! Bagaimana menurutmu?”
Aku perhatikan baik-baik, ternyata itu adalah berkas yang dirapatkan oleh pihak RF untuk mempertimbangkan dukungan mereka terkait keikutsertaanku dalam ISWI 2013. Di bagian akhir, aku melihat tulisan “approved”. Betapa senangnya melihat tulisan itu. Akupun melihat kembali mas Nuki dan bertanya sekedar untuk meyakinkan. Belum pertanyaanku terucap, Mas Nuki memberikan selamat dengan bersalaman,
“Selamat! Rajawali Foundation akan mensponsori keikutsertaanmu secara keseluruhan untuk mengikuti program ISWI 2013!”.
Alhamdulillah, semua kerja keras selama ini telah terbayar.

Kamu Nekat Sekali! Memangnya Kamu Sudah Kerja?
Sesaat kemudian, ada staf lain yang datang; Mbak Tari. Beliau adalah bendahara RF. Pertama kali, beliau mengucapkan selamat dan
“Halim, baik, kalo gitu nanti kami carikan tiket penerbangan kamu ya. Soalnya kami punya partner jasa travel. Bisa jadi nanti dapat harga murah dengan fasilitas yang bagus”.

Oh My Godness! Aku bingung bukan kepalang! Aku belum mengabari mereka bahwa tiket penerbangan untuk ke Jerman sudah aku beli dengan uang yang aku pinjam dari teman. Akhirnya dengan pelan aku jelaskan kepada Mbak Tari terkait inisiatif nekat yang aku lakukan dengan pertimbangan bahwa aku akan mendapatkan harga murah jika membeli lebih awal. Tanggapannya tidak sesuai yang aku bayangkan, beliau dengan sedikit kecewa mengatakan

“Kamu nekat sekali! Kamu kan belum tentu dapat sponsor, gimana kalo ternyata kamu ga dapet? Mau bayar pakai apa nantinya? Memangnya kamu sudah kerja? Kamu masih mahasiswa kan?”.
Akhirnya aku yakinkan untuk kedua kalinya bahwa tiket itu aku beli sebulan yang lalu. Jika beli sekarang, pasti jauh lebih mahal. Seminggu kemudian, beliau mengabari saya bahwa benar, saat ini tiket penerbangan ke Jerman harganya sudah naik dan aku telah mendapatkan tiket dengan harga lebih murah. Namun beliau menekankan kembali agar aku tidak melakukan lagi di kemudian hari nanti, langkah itu terlalu nekat.
Sebelum terbang menuju Jerman, Alhamdulillah beberapa tanteku memberikan uang saku. Aku sangat berterimakasih kepada mereka, tante Ina, tante Liza, tante Martono dan tante Wardah. Satu dosenku yang baik, Pak Lubis juga memberikan beberapa dollar sebagai pegangan. Alhamdulillah, rejeki tidak akan kemana. Satu hal yang aku hargai dari mereka; pemberian ini adalah wujud apresiasi mereka pada prestasi dan semangatku. Seketika aku berpikir bahwa suatu saat kelak, ketika aku sudah berkecukupan secara ekonomi, aku akan membantu mahasiswa yang mempunyai prestasi yang sama sepertiku.

Terbang ke Jerman via Abu Dhabi – Ulang Tahun Spesial
Aku berangkat menuju Jerman pada tanggal 29 Mei 2013. Sehari sebelumnya adalah jadwal ujian akhir semester yang terakhir. Dengan demikian, aku pergi meninggalkan Indonesia dengan tenang; UAS usai dan ini adalah masa liburan kuliah. Liburan semester genap di kampusku terhitung cukup panjang, yakni tiga bulan. Bulan pertamanya aku habiskan untuk keliling Eropa. Are you ready? Yes!!!!

Di pesawat, aku berjumpa dengan 7 delegasi Indonesia lainnya untuk acara yang sama. Alhamdulillah, aku tidak sendiri dalam perjalanan meskipun tempat duduk kita tidak berdekatan saat di pesawat. Kami tiba di Abu Dhabi untuk transit. Tepatnya pada pukul 01.00. Birthday time J. Tuhan, ini ulang tahunku. Aku melihat di facebook, beberapa teman telah memberikan ucapan selamat ulang tahun dan selamat belajar dan bereksplorasi di Eropa. Tuhan, syukurku tak berujung. Perjalananpun berlanjut ke Jerman. Sesampainya di Frankfurt, aku dijemput oleh dosenku yang sedang menjalani kuliahnya di sana, Pak Suratno. Di rumah beliau aku akan nebeng selama sebelum dan sesudah acara ISWI.

Ternyata, sudah ada satu delegasi Indonesia lain yang sudah sampai lebih awal dan juga menginap di rumah Pak Suratno, namanya Dina. Di hari itu juga, tanpa mengenal lelah, aku, Pak Sur dan Dina langsung meluncur dan menjelajah Frankfurt. 

Kami berjalan menelusuri Frankfurt am Main, yang artinya Frankfurt di atas sungai Main. Sungai itu bersih. Jembatannya penuh dengan gembok-gembok cinta. Ahh, gue jomblo pula! Haha! Gembok-gembok itu biasanya dikunci pada tiang jembatan oleh muda-mudi yang sedang dimabuk asmara untuk kemudian kuncinya dilempar ke dalam sungai. Katanya biar cintanya lasting forever.


Sumber: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/09/21/perjalanan-mahasiswa-pas-pasan-dari-nol-rupiah-hingga-jelajah-eropa-593764.html

Berbagai Informasi Penting


A. Lomba Pembelajaran Bermakna 2013 (untuk Mahasiswa LPTK/Fakultas Keguruan)
Total Hadiah : Rp.100.000.000,- (Berupa Beasiswa Pendidikan)

Sumber : http://www.igi.or.id/waca.php?subaction=showfull&id=1380598283&archive&start_from&ucat=3&

Mahasiswa-mahasiswa LPTK/Fakultas Keguruan adalah agent of change. Usia mereka masih muda, mempunyai potensi yang besar, serta sudah memilih untuk menjadi pendidik masa depan. Merekalah yang akan menjadi pendidik di berbagai daerah di Indonesia mempersiapkan generasi Indonesia selanjutnya. Oleh karena itu, mereka perlu diberi kesempatan untuk melihat berbagai alternatif dalam meningkatkan kapasitas dirinya sebagai calon pendidik serta mendorong peningkatan mutu calon guru secara berkelanjutan.
Mahasiswa bidang apapun perlu wadah untuk mengukur kapasitas dirinya dalam profesi yang telah dipilih. Bagi mahasiswa LPTK, salah satu kapasitas yang diperlukan untuk menjadi pendidik yang adalah kemampuan untuk merancang proses pembelajaran yang bermakna, serta kemampuan untuk mengekusinya dalam kegiatan belajar-mengajar.

Mengingat pentingnya peran mereka nantinya, Ikatan Guru Indonesia (IGI), sebagai organisasi profesi guru, memfasilitasi pengembangan potensi mereka agar lebih siap memulai profesinya sebagai pendidik. IGI akan menyelenggarakan "Lomba Merancang Pembelajaran Bermakna Bagi Mahasiswa LPTK/Fakultas Keguruan".

1. Peserta lomba adalah mahasiswa LPTK/Fakultas Keguruan yang sudah menyelesaikan setidaknya 80 SKS pada saat pelaksanaan kompetisi ini.

2. Pendaftaran dapat dilakukan pada 1 Oktober - 20 November 2013.
Formulir Pendaftaran bisa didownload di :
https://www.dropbox.com/s/b3naig305np1kl6/2013_IGI_LOMBA%20PEMBELAJARAN%20BERMAKNA_Formulir%20Pendaftaran.doc

3. Peserta mengirimkan :- formulir pendaftaran dalam format doc.
- scan kartu mahasiswa dalam format jpg.
- scan transkrip (resmi), berisi matakuliah yang diambil (minimal 80 sks) dan nilai yang diperoleh, dalam format jpg. ke email microteaching@igi.or.id
Setelah mendaftar peserta memperoleh nomor pendaftaran yang akan dikirimkan melalui email peserta.

4. Peserta mendownload Format Rencana Pembelajaran Bermakna di
https://www.dropbox.com/s/4bz9fnilo0stj1g/2013_IGI_LOMBA%20PEMBELAJARAN%20BERMAKNA_%20Format%20%26%20Panduan%20penulisan%20Rencana%20Pelaksanaan%20Pembelajaran%20untuk%20lomba%20mikcro%20teaching.doc

5. Peserta mengirimkan :- file berextention doc. berisi rencana pembelajaran bermakna. Durasi waktu pembelajaran adalah 30 menit. (Format penulisan rencana pembelajaran dapat dilihat pada bagian C).
- alamat website (youtube) berupa cuplikan video contoh pembelajaran. Durasi video adalah 10 menit berupa cuplikan bagian pembuka, isi, dan penutup pembelajaran.
ke microteaching@igi.or.id.

Batas pengiriman terakhir adalah 20 November 2013

6. 50 peserta terbaik akan diumumkan pada tangal 15 Desember 2013 serta diundang untuk mengikuti workshop Understanding By Design di Jakarta dan lomba microteaching yang akan diadakan pada 24 - 26 Januari 2014.

7. Dari peserta lomba microteaching akan dipilih masing-masing dua pemenang untuk kategori:- PAUD/TK
- SD/MI
- SMP/Mts
- SMU
- SMK
Pemenang akan diumumkan pada tanggal 26 Januari 2014

Juara 1 untuk masing-masing kategori akan memperoleh hadiah berupa 1 buah laptop dan beasiswa sebesar Rp 10.0000.000,-

Juara 2 untuk masing-masing kategori akan memperoleh hadiah berupa beasiswa sebesar Rp 10.000.000,-

Keterangan : Semua dokumen yang telah dikirim ke panitia tidak dikembalikan dan menjadi milik panitia.






B. ASEAN in Today's World 2014
from February 28, 2014 to March 14, 2014
at Ateneo de Manila University in the Philippines

Application deadline:November 15, 2013

Further information: http://www.isc.kyushu-u.ac.jp/astw/





C. hai ! mau share info nih..
Kementerian Luar Negeri BEM KM Universitas Diponegoro ngadain event namanya "Arjuna 2013" yang berupa lomba Jurnalistik tingkat Asia Tenggara~

Buat yang hobi nulis esai, jangan disimpen mulu, coba diikutin lomba, untuk tahu potensi diri..
Buat yang hobi fotografi, coba bikin fotografi esai, siapa tahu dari belajar ternyata menemukan potensi diri jugaa..
karena lomba ini FREE dan Total Hadiah nya 2250 USD*

jadi reg online aja sebelum 15 OKTOBER 2013 di http://arjuna2013.com/, kirim karya kamu, lalu tunggu pengungumannya.
Terimakasih perhatiannya





D. OSN Pertamina 2013 telaah dibuka

http://www.osnpertamina.com/

E. Assalam. PPI Istanbul be proud to present, "Democratic and Economic Youth Summit (DEYS) 2013"

Democratic and Economic Youth Summit (DEYS) is the first mega event hosted by Indonesian Student Association in Istanbul which future leaders discuss the way of re-inventing Indonesia through its non-natural resources by adapting Turkey as new global player. The conference will take place in Istanbul, Turkey on October 25th - 27th, 2013.

All Indonesian and foreign student from all over the world are welcomed to join this summit. The committee will provide accomodation during the event.

For further information about DEYS 2013, please visit our website on http://deys2013.com/

Thanks.



F. Call for paper... includes Research Session and General Session. Participation of undergraduate students is encouraged as well. Good luck ^^
http://www.gsst.kumamoto-u.ac.jp/en/icast/callforpapers.html

25 Alasan Enggan Berjilbab

Berikut beberapa alasan anak muda yang enggan berjilbab dan sanggahan halusnya. Semoga yang belum berjilbab mendapat hidayah. 1. Saya nggak mau jilbaban! Jilbaban itu kuno | “Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake jilbab”
2. Tapi kan itu hal kecil, kenapa jilbaban harus dipermasalahin?! | “Yang besar2 itu semua awalnya dari perkara kecil yang diremehkan”
3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari jilbabnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik? Dan Islam meyakini bahwa iman itu bukan hanya perkara hati, namun juga ditunjukkan dalam fisik atau amalan lahiriyah. Hati pun cerminan dari lahiriyah. Jika lahiriyah rusak, maka demikianlah hatinya”
4. Jilbaban belum tentu baik | “Betul, yang jilbaban aja belum tentu baik, apalagi yang … (isi sendiri)
5. Saya kemarin lihat ada yang jilbaban nyuri! | “So what? yang nggak jilbaban juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
6. Artinya lebih baik jilbabin hati dulu, buat hati baik! | “Yup, ciri hati yang baik adalah jilbabin kepala dan tutup aurat”
7. Kalo jilbaban masih maksiat gimana? dosa kan? | “Kalo nggak jilbaban dan maksiat dosanya malah 2. Malah nggak jilbaban itu dosa besar.
8. Jilbaban itu buat aku nggak bebas! | “Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”
9. Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | “Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim tidak mau taat”
10. Kalo aku pake jilbab, nggak ada yang mau sama aku!? | “Banyak yang jilbaban dan mereka nikah kok”
11. Kalo calon suamiku gak suka gimana? | “Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur? Dan ingatlah al khobitsaatu lil khobitsiin, perempuan rusak ditakdirkan dengan lelaki yang sama. Demikian sebaliknya.
12. Susah cari kerja kalo pake jilbab! | “Lalu enggan taat pada perintah Allah demi kerja? emang yang kasih rizki siapa sih? Bos atau Allah? Dan asalnya wanita itu berdiam di rumah: wa qorna fii buyutikunna (menetaplah kalian di rumah-rumah kalian)
13. Ngapa sih agama cuma diliat dari jilbab dan jilbab? | “Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”
14. Aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu (di zaman jahiliyah) gak pake jilbab. Syari’at jilbab ini untuk seluruh wanita, bukan hanya Arab sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Ahzab ayat 59: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".”
15. Jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “Perasaan yang adain miss universe laki2 deh, yang larang jilbab di prancis jg laki2
16. Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake! | “Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”
17. Jilbab kan bikin panas, pusing, ketombean | “Jutaan orang pake jilbab, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”
18. Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | “Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”
19. Jilbab kan nggak gaul?! | “Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?”
20. Aku belum pengalaman pake jilbab! | “Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”
21. Aku belum siap pake jilbab | “Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”
22. Mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “Bilang ke mama dengan lembut dan santun, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”
23. Aku kan gak bebas ke mana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | “Bukankah itu perubahan baik?”
24. Itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”
25. Kasi aku waktu supaya aku yakin jilbaban dulu | “Yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”.
Nah wahai saudariku muslimah, tunggu apalagi?
Mengenai kewajiban berjilbab sudah ditetapkan dalam Al Qur’an yang tiap hari kit abaca, di mana Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.
Ayat lain yang menunjukkan wajibnya jilbab,
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ …
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, …” (QS. An Nur: 31).
Dalil yang menunjukkan wajibnya jilbab juga hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ . قَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ « لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا »
Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890)
Dalam Lisanul ‘Arob, jilbab adalah pakaian yang lebar yang lebih luas dari khimar (kerudung) berbeda dengan selendang (rida’) dipakai perempuan untuk menutupi kepala dan dadanya.[1] Jadi kalau kita melihat dari istilah bahasa itu sendiri, jilbab adalah seperti mantel karena menutupi kepala dan dada sekaligus.
Semoga Allah beri hidayah demi hidayah bagi yang belum berjilbab.


[1] Lisanul ‘Arob, Ibnu Manzhur, 1: 272.
Dikembangkan dari tulisan di sini.

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, Ba’da Shubuh, 17 Rajab 1433 H
Penyusun: Muhammad Abduh Tuasikal
www.remajaislam.com

Jumat, 27 September 2013

Mereka Yang Diinginkan Kebaikan Oleh Allah

oleh al-Ustadz Badrusalam, Lc. -hafizhahullah-.

Siapakah diantara kita yang tidak ingin diberikan kebaikan oleh Allah? Namun di sana, ada orang-orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah Azza waJalla. Semoga kita termasuk dari mereka:

1. Dibukanya pintu amal sebelum kematian menjelang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).[1]

2. dipercepat sanksinya di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا أراد الله بعبده الخير عجل له العقوبة في الدنيا و إذا أراد بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).[2]

Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَادَ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَىْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ ». قَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَقُولُ اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِى بِهِ فِى الآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِى فِى الدُّنْيَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « سُبْحَانَ اللَّهِ لاَ تُطِيقُهُ – أَوْ لاَ تَسْتَطِيعُهُ – أَفَلاَ قُلْتَ اللَّهُمَّ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ». قَالَ فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ.

“Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang telah kurus bagaikan anak burung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu berdo’a dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berkata, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim).

3. Diberikan cobaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يصب منه

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).

Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu janji Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ

“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al Baqarah: 155).

Cobaan itu untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ أَوْ الْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَفِي مَالِهِ وَفِي وَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).

4. Difaqihkan dalam agama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).

Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al Qur’an dan hadits dengan benar. Sebagaimana yang dikabarkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kaum khawarij yang membaca Al Qur’an:

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِى يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ بِشَىْءٍ وَلاَ صَلاَتُكُمْ إِلَى صَلاَتِهِمْ بِشَىْءٍ وَلاَ صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ بِشَىْءٍ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ

“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Al Qur’an. Bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan Al Qur’an mereka, shalat dan puasa kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an dan menyangka bahwa Al Qur’an mendukung mereka padahal Al Qur’an tidak mendukung mereka.” (HR Muslim).

Itu semua akibat kedangkalan ilmu dan mengikuti hawa nafsu, sehingga mereka tidak diberikan pemahaman yang benar terhadap Al Qur’an dan hadits. Mereka mengira bahwa ayat Al Qur’am mendukung perbuatan mereka, padahal tidak demikian. Tentu yang memahaminya adalah orang-orang yang Allah faqihkan dalam agama dan selamatkan dari hawa nafsu.

5. Diberikan kesabaran.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

و ما أعطي أحد عطاء خيرا و أوسع من الصبر

“Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Kesabaran dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran. Untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya amat membutuhkan kesabaran. Karena Iblis dan balatentaranya tak pernah diam untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Tidak ada yang diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidak ada yang diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fushilat: 35).

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau inginkan kebaikan padanya, beri kami kesabaran untuk menjalani perintahMu dan menjauhi laranganMu, beri kami kesabaran dalam menghadapi musibah yang menerpa, beri kami kefaqihan dalam agama dan bukakan untuk kami pintu amal shalih sebelum wafat kami. Aamiin.


[1] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 304.

[2] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 308.