[Jakarta] “Indonesia masih membutuhkan 4 juta pengusaha baru untuk meraih kejayaan ekonomi. Setidaknya suatu Negara memiliki jumlah pengusaha 2% dari total populasi. Jika mengacu pada jumlah populasi saat ini, setidaknya Indonesia membutuhkan 4,4 juta pengusaha. Saat ini Indonesia masih memiliki 400 ribu pengusaha, sehingga masih dibutuhkan 4 juta pengusaha baru.” Begitulah pidato Ir Ciputra yang disampaikan untuk memacu semangat seluruh komponen bangsa dalam memupuk budaya entrepreneur. Semangat itu pulalah yang tampaknya ditangkap oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pada penghujung tahun 2011 ini Kemenpora dan BPPT menyelenggarakan Pengembangan Inovasi IPTEK bagi Pemuda Tahun 2011. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring inovasi teknologi terbaik karya orisinil generasi muda Indonesia.
Final Pengembangan Inovasi IPTEK bagi Pemuda Tahun 2011 dilaksanakan pada tanggal 12-16 november 2011 di Hotel Pitagiri, Jakarta Barat. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, maka pada tanggal 30 Mei 2011 terpilihlah 5 orang pemenang dari 20 orang finalis. Lima besar inovator muda terbaik antara lain M Ali Fauzi (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dengan karya aplikasi U-Antri, Elita (Universitas Tanjungpura) alat destilator asap cair penghasil kadar phenol tinggi, Rahmi Khamsita (Universitas Gajah Mada) bedak tabuk antibakterial secang, Dwi Puji Astuti (Universitas Lampung) nugget sayur dan Raymond (Universitas Caltex Dumai) head controller wheelchair.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng. Mereka berharap agar karya inovatif para pemuda tidak hanya menjadi prototype, tetapi benar-benar dapat diaplikasikan untuk kemanfaatan masyarakat luas.
Aspek aplikatif memang mendapatkan porsi cukup besar dalam pemilihan 5 orang pemenang.
Rata-rata para pemenang memiliki produk yang sudah memasuki tahap aplikasi yang cukup dalam, contohnya adalah aplikasi u-antri karya tim M. Ali Fauzi. Saat ini M. Ali Fauzi menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Cubus, sebuah perusahaan startup asal Surabaya. Aplikasi u-antri adalah produk perdana Cubus untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit terhadap pasien, khususnya untuk manajemen antrian dokter. Aplikasi ini sudah menjalani tahap trial acceptance di Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Soerya, di Sidoarjo. Pada tanggal 10 Desember 2011 pihak manajemen RSAB Soerya secara resmi akan menerapkan aplikasi u-antri untuk meningkatkan kepuasan pasien dalam mengantri.
Seiring bermunculannya teknologi-teknologi inovatif dan aplikatif, diharapkan akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di masa depan. Kelahiran para teknopreneur muda memberikan harapan akan pembangunan ekonomi nasional yang lebih baik, khususnya industri kreatif di tanah air.
Sumber :
http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/12/01/lima-teknopreneur-muda-raih-penghargaan-menpora-417418.html