Allah Memeberikan hidayah kepada siapa saja
yang dikehendaki-Nya.
Sejak kecil aku terlahir dari keluarga yang
beragama islam, kami masih awam dalam hal agama. Orang tuaku sangat tulus dalam
menjaga, merawat dan mendidikku dengan tuntunan islam. Aku anak kedua dari 2
bersaudara. Saat kelahiranku, ibu dan bapakku bersusah payah dalam mencari
nafkah. Bapak yang bekerja sebagai buruh harian, dan ibu mengajar TK +guru
privat mengaji. Alhamdulillah ketika umur 4 tahun aku sudah bisa bacaan
sholat+prateknya, dan sudah hafal doa-doa harian, dari mulai bangun tidur
hingga mw tidur kembali. Saat itu aku mulai semangat untuk masuk TK, tapi ibuku
belum mengizinkan karena umurnya masih 4 tahun. Walau sedih, tapi aku yakin, ibu
punya maksud yang lebih baik nantinya. Ternyata benar, selama setahun ini ibu
selalu giat mengajarkan aku dirumah (home schooling) dimulai dari menulis,
membaca, hafalan surat-surat pendek,
akhlak yang baik dll. Alangkah bersyukurnya punya ibu yang cerdas untuk
mendidik anak-anaknya. Terimakasih Ya Allah.
Setahun kemudian akhirnya aku masuk TK
Aisyiah, Jakarta Timur. Dengan semangat ku susuri jalan sekitar 15 menit.
Seminggu pertama orang tuaku selalu mengantarku ke sekolah, tapi hari
berikutnya aku tidak diantar lagi. Disinilah orang tuaku mulai menguji aku
untuk hidup mandiri. Padahal banyak sekali teman-temanku yang setiap harinya
masih diantar orang tuanya. Pada suatu hari guru TK mengumumkan bahwa nanti
akan ada lomba Tari tingkat nasional. Pada saat itulah aku memberanikan diri
untuk tunjuk tangan.
Saya: “ Bu, saya mw ikut lomba tari nasional.”
Bu Guru: “Silahkan, Bagus Puji, semoga kita
bisa menjadi juara”
Saya: “aamiin, Bu.” Terimakasih
Mulai saat itulah, aku bercermin diri,
berusaha keras untuk hidup mandiri, dan berprestasi. Alhamdulillah team kami
mendapatkan juara 1 Lomba Tari Nasional
tahun 1994, yang bertempat di senayan.
Jakarta.
Rasanya aku masih belum puas, karena
semangatku yang kian hari semakin
tinggi, setiap hari aku terus bersyukur kepada Allah. Karena kami dulu rumahnya
masih ngontrak di Jakarta Timur, alhamdulillah pada tahun 1995, kami hijrah ke
bekasi, mulai membangun gubuk mini. Gubuk mini ini didirikan untuk kami yang
sedang berjuang, demi mencapai cita2...
Ketika itu aku baru masuk kelas 1 SD, si Puji sang perantau, dan kakakku masuk
kelas 3 SD, dan adekku baru umur 2 tahun. Kami tidak minder, dengan hidup
pas-pasan di Gubuk mini, tapi semangat kami yang tak pernah usang di makan
waktu. Aku juga mulai aktif di kelas, dan ikut dalam kepramukaan sampai kelas 6
SD. Aku berusaha untuk menjadi penyemangat teman-teman, dari mulai rangking 10
besar hingga 3 besar, ku raih semuanya.
Aku juga suka dalam hal menulis, mengaji, conversation bahasa inggris.
Pada waktu kelas 5 SD ibuku mulai menawarkan untuk ikut english course.
Alhamdulillah nilai english ku bisa menjadi yang terbaik saat Ebtanas SD.
Setelah diumumkan nilai NEM SD, Akhirnya aku memilih untuk masuk ke SMP Negeri 1 Babelan-Bekasi .Aku yakin Allah, tak akan
membiarkanku. Dia akan memberikan yang
terbaik untukku dan keluarga. Alhamdulillah kesan pertamaku indah sekali, bisa
masuk 3 besar dalam ujian cawu 1. Ku tekadkan untuk berusaha keras di sekolah
tercinta ini, aku mulai ikut OSIS, Pencak silat. Saat itu aku masih belum pake
jilbab dengan istiqomah, tapi aku mulai mencintainya.
Puncak Cintaku dengan
jilbab, yakni saat pesantren kilat ramadhan
(kelas 2 SMP)ada ibu Guru yang menjelasakan tentang keutamaan berjilbab,
beserta keterangan surat-surat dalam Al-Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah
Saw. Alhamdulillah setelah mendapat penjelasan itu, aku terus berdoa kepada
Allah agar bisa menutup aurat secara kaffah, setahap demi setahap. Akhirnya
bisa pake juga, walau dengan busana muslim seadanya. Darinilah aku merasa Bahwa
Allah sangat dekat sekali dengan hamba-hamba yang mw mentaati perintah-Nya.
Hingga waktu kelas 3 SMP, guru-guru mengamanahkanku untuk menjadi koordinator
pembinaan lomba musabaqoh. Alhamdulillah sekolah kami berhasil menjadi juara
umum lomba di MAN 1 Bekasi. Aku semakin cinta dengan jilbabku, Allah akan
membantu hamba-hambanya yang selalu berusaha, berdoa dan tawakal pada-Nya. Ketika
Nem di umumkan, aku langsung musyawarah dengan orang tuaku, untuk memilih SMA
yang terbaik. Alhamdulillah, aku masuk di SMA Negeri 10 Bekasi, satu-satunya siswa dari SMP
Negeri 1 Babelan.
Aku terus mencintai Jilbabku, kini jilbabku
mulai lebar, dan panjang karena setahap-demi setahap aku mulai mempelajari ilmu
agama yang syar’i ini. Alhamdulillah pada Semester 1, kelas 1 SMA aku mendapat
rangking 1. Tekadku semakin kuat untuk terus berprestasi , menginspirasi dengan
jilbab ini. Aku juga aktif dalam bidang keorganissasian dan rohani islam.
Hingga aku dimanahkan menjadi ketua keputrian Rohani Islam.
Saat kelas 3 SMA, aku berusaha keras untuk
terus belajar ,belajar dan belajar. Alhamdulillah akhirnya aku masuk ke Universitas
Lampung jurusan Kimia. Aku mulai merantau, hidup mandiri, berprestasi,
berdakwah, terus memberi manfaat untuk orang lain. Aku yakin bahwa Alllah akan
selalu melindungi hamba-hambanya, yang selalu mengingat-Nya. Insya
Allah.....heheheh..
Kuliah adalah yang utama, disamping itu aku
juga mulai berwirausaha, ngajar privat (
umum dan mengaji) dan aktif dalam kajian pekanan muslimah se-Lampung, Ikut
berbagai organisasi baik Rois, Himaki, BEM, Natural (UKMF Pers Mahasiswa),
dll. Aku juga sering jadi penyaji dala
kegiatan kemahasiswaan dan kajian muslimah.
Berwirausaha membuat kita lebih mandiri, bisa
mengatur waktu dan keuangan, bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Aku punya
julukan yang unik “mahasiswa pedagang asongan” (kerenz juga tuh, hehhee...).
Aku semakin cinta dengan jilbabku, tadinya mungkin banyak orang yang tidak
mengenalku. Dari berwirausaha inilah, mereka lebih dekat bahkan seperti saudara
sendiri. Mulai dari teman-teman jurusan,
teman-teman fakultas lain, dosen-dosen, satpam, dekan, bahkan rektor
Unila. (Sujud Syukur)
Hingga banyak yang merekomendasikanku untuk
ikut berbagai lomba, alhamdulillah mendapat penghargaan dari berbagai jenis
lomba, salah satunya yakni pernah menjadi finalis terbaik dalam lomba inovasi
pemuda di bidang IPTEK KEMENPORA RI 2011. Akhirnya sejak itu banyak media yang
memberitakan tentang keberhasilan aku dalam meraih juara.
Lalu banyak yang memotivasikanku untuk lanjut
kuliah s2, punya usaha yang bisa mensejahterakan masyarakat.Aku terus
memandangi target mimpiku yang kian hari hanya menjadi coretan. Coretan karena
aku sudah mencapainya. Alhamdulillah aku
bisa melanjutkan s2 di UGM.
Ibu dan Bapakku, selalu mengedepanku
pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya, karena anak yang sholeh akan
menjadi syafaat untuk orang tuanya, insya Alllah.
Mohon doanya dari sahabat-sahabat semuanya,
agar saya diberi kelancaran dalam Tesis, sehat wal’afiat, dan bisa
berkontribusi untuk masyarakat, terus istiqomah dalam menuntut ilmu
syar’i, aamiin, insya Allah.
Yang patut di ingat oleh sahabat-sahabat
semua, Semakin kita punya banyak teman, bisa bersosialisasi dengan baik. Insya
Allah akan banyak juga orang-orang yang mendoakan kita, agar sukses di dunia dan akhirat. Aamiin,
insya Allah.
“Jadikan dunia ada dalam genggaman kita, dan
Akhirat sebagai tujuan kita. “
SEMAKIN Cinta dengan Jilbabku... ^_^

0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berikan Komentar Anda Disini: