Selasa, 27 Agustus 2013

Rasa Cinta Dengan Berjilbab

22.46 By Unknown No comments


Allah Memeberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Sejak kecil aku terlahir dari keluarga yang beragama islam, kami masih awam dalam hal agama. Orang tuaku sangat tulus dalam menjaga, merawat dan mendidikku dengan tuntunan islam. Aku anak kedua dari 2 bersaudara. Saat kelahiranku, ibu dan bapakku bersusah payah dalam mencari nafkah. Bapak yang bekerja sebagai buruh harian, dan ibu mengajar TK +guru privat mengaji. Alhamdulillah ketika umur 4 tahun aku sudah bisa bacaan sholat+prateknya, dan sudah hafal doa-doa harian, dari mulai bangun tidur hingga mw tidur kembali. Saat itu aku mulai semangat untuk masuk TK, tapi ibuku belum mengizinkan karena umurnya masih 4 tahun. Walau sedih, tapi aku yakin, ibu punya maksud yang lebih baik nantinya. Ternyata benar, selama setahun ini ibu selalu giat mengajarkan aku dirumah (home schooling) dimulai dari menulis, membaca, hafalan surat-surat pendek,  akhlak yang baik dll. Alangkah bersyukurnya punya ibu yang cerdas untuk mendidik anak-anaknya. Terimakasih Ya Allah.
Setahun kemudian akhirnya aku masuk TK Aisyiah, Jakarta Timur. Dengan semangat ku susuri jalan sekitar 15 menit. Seminggu pertama orang tuaku selalu mengantarku ke sekolah, tapi hari berikutnya aku tidak diantar lagi. Disinilah orang tuaku mulai menguji aku untuk hidup mandiri. Padahal banyak sekali teman-temanku yang setiap harinya masih diantar orang tuanya. Pada suatu hari guru TK mengumumkan bahwa nanti akan ada lomba Tari tingkat nasional. Pada saat itulah aku memberanikan diri untuk tunjuk tangan.

Saya: “ Bu, saya mw ikut lomba tari nasional.”
Bu Guru: “Silahkan, Bagus Puji, semoga kita bisa menjadi juara”
Saya: “aamiin, Bu.” Terimakasih
Mulai saat itulah, aku bercermin diri, berusaha keras untuk hidup mandiri, dan berprestasi. Alhamdulillah team kami mendapatkan juara  1 Lomba Tari Nasional tahun 1994, yang bertempat di senayan.  Jakarta.
Rasanya aku masih belum puas, karena semangatku yang kian  hari semakin tinggi, setiap hari aku terus bersyukur kepada Allah. Karena kami dulu rumahnya masih ngontrak di Jakarta Timur, alhamdulillah pada tahun 1995, kami hijrah ke bekasi, mulai membangun gubuk mini. Gubuk mini ini didirikan untuk kami yang sedang berjuang, demi  mencapai cita2...

Ketika itu aku baru masuk kelas 1 SD,  si Puji sang perantau, dan kakakku masuk kelas 3 SD, dan adekku baru umur 2 tahun. Kami tidak minder, dengan hidup pas-pasan di Gubuk mini, tapi semangat kami yang tak pernah usang di makan waktu. Aku juga mulai aktif di kelas, dan ikut dalam kepramukaan sampai kelas 6 SD. Aku berusaha untuk menjadi penyemangat teman-teman, dari mulai rangking 10 besar hingga 3 besar, ku raih semuanya.  Aku juga suka dalam hal menulis, mengaji, conversation bahasa inggris. Pada waktu kelas 5 SD ibuku mulai menawarkan untuk ikut english course. Alhamdulillah nilai english ku bisa menjadi yang terbaik saat Ebtanas SD. 

Setelah diumumkan nilai NEM SD, Akhirnya aku  memilih untuk masuk ke SMP Negeri  1 Babelan-Bekasi .Aku yakin Allah, tak akan membiarkanku.  Dia akan memberikan yang terbaik untukku dan keluarga. Alhamdulillah kesan pertamaku indah sekali, bisa masuk 3 besar dalam ujian cawu 1. Ku tekadkan untuk berusaha keras di sekolah tercinta ini, aku mulai ikut OSIS, Pencak silat. Saat itu aku masih belum pake jilbab dengan istiqomah, tapi aku mulai mencintainya. 

Puncak Cintaku dengan jilbab, yakni saat pesantren kilat ramadhan  (kelas 2 SMP)ada ibu Guru yang menjelasakan tentang keutamaan berjilbab, beserta keterangan surat-surat dalam Al-Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah Saw. Alhamdulillah setelah mendapat penjelasan itu, aku terus berdoa kepada Allah agar bisa menutup aurat secara kaffah, setahap demi setahap. Akhirnya bisa pake juga, walau dengan busana muslim seadanya. Darinilah aku merasa Bahwa Allah sangat dekat sekali dengan hamba-hamba yang mw mentaati perintah-Nya. Hingga waktu kelas 3 SMP, guru-guru mengamanahkanku untuk menjadi koordinator pembinaan lomba musabaqoh. Alhamdulillah sekolah kami berhasil menjadi juara umum lomba di MAN 1 Bekasi. Aku semakin cinta dengan jilbabku, Allah akan membantu hamba-hambanya yang selalu berusaha, berdoa dan tawakal pada-Nya. Ketika Nem di umumkan, aku langsung musyawarah dengan orang tuaku, untuk memilih SMA yang terbaik. Alhamdulillah, aku masuk di SMA Negeri  10 Bekasi, satu-satunya siswa dari SMP Negeri  1 Babelan. 

Aku terus mencintai Jilbabku, kini jilbabku mulai lebar, dan panjang karena setahap-demi setahap aku mulai mempelajari ilmu agama yang syar’i ini. Alhamdulillah pada Semester 1, kelas 1 SMA aku mendapat rangking 1. Tekadku semakin kuat untuk terus berprestasi , menginspirasi dengan jilbab ini. Aku juga aktif dalam bidang keorganissasian dan rohani islam. Hingga aku dimanahkan menjadi ketua keputrian Rohani Islam. 
Saat kelas 3 SMA, aku berusaha keras untuk terus belajar ,belajar dan belajar. Alhamdulillah akhirnya aku masuk ke Universitas Lampung jurusan Kimia. Aku mulai merantau, hidup mandiri, berprestasi, berdakwah, terus memberi manfaat untuk orang lain. Aku yakin bahwa Alllah akan selalu melindungi hamba-hambanya, yang selalu mengingat-Nya. Insya Allah.....heheheh..

Kuliah adalah yang utama, disamping itu aku juga  mulai berwirausaha, ngajar privat ( umum dan mengaji) dan aktif dalam kajian pekanan muslimah se-Lampung, Ikut berbagai organisasi baik Rois, Himaki, BEM, Natural (UKMF Pers Mahasiswa), dll.  Aku juga sering jadi penyaji dala kegiatan kemahasiswaan dan kajian muslimah. 

Berwirausaha membuat kita lebih mandiri, bisa mengatur waktu dan keuangan, bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Aku punya julukan yang unik “mahasiswa pedagang asongan” (kerenz juga tuh, hehhee...). Aku semakin cinta dengan jilbabku, tadinya mungkin banyak orang yang tidak mengenalku. Dari berwirausaha inilah, mereka lebih dekat bahkan seperti saudara sendiri. Mulai dari teman-teman jurusan,  teman-teman fakultas lain, dosen-dosen, satpam, dekan, bahkan rektor Unila. (Sujud Syukur)
Hingga banyak yang merekomendasikanku untuk ikut berbagai lomba, alhamdulillah mendapat penghargaan dari berbagai jenis lomba, salah satunya yakni pernah menjadi finalis terbaik dalam lomba inovasi pemuda di bidang IPTEK KEMENPORA RI 2011. Akhirnya sejak itu banyak media yang memberitakan tentang keberhasilan aku dalam meraih juara. 

Lalu banyak yang memotivasikanku untuk lanjut kuliah s2, punya usaha yang bisa mensejahterakan masyarakat.Aku terus memandangi target mimpiku yang kian hari hanya menjadi coretan. Coretan karena aku sudah mencapainya.  Alhamdulillah aku bisa melanjutkan s2 di UGM.

Ibu dan Bapakku, selalu mengedepanku pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya, karena anak yang sholeh akan menjadi syafaat untuk orang tuanya, insya Alllah. 

Mohon doanya dari sahabat-sahabat semuanya, agar saya diberi kelancaran dalam Tesis, sehat wal’afiat, dan bisa berkontribusi untuk masyarakat, terus istiqomah dalam menuntut ilmu syar’i,  aamiin, insya Allah.
Yang patut di ingat oleh sahabat-sahabat semua, Semakin kita punya banyak teman, bisa bersosialisasi dengan baik. Insya Allah akan banyak juga orang-orang yang mendoakan kita,  agar sukses di dunia dan akhirat. Aamiin, insya Allah.

“Jadikan dunia ada dalam genggaman kita, dan Akhirat sebagai tujuan kita. “
SEMAKIN Cinta dengan Jilbabku... ^_^



0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berikan Komentar Anda Disini:

Posting Komentar

Silahkan Berikan Komentar Anda Disini: